Efektifkah Product Bundling?

Softex Light Airy 29cm + Free Pouch
Professors Timothy Derdenger and Vineet Kumardari Harvard Business School telah memberikan perspective baru dalam melihat efektifitas ‘bundling’ dalam memasarkan produk konsumen. ‘Bundling’  sudah menjadi kebiasaan dan menjadi prakter umum di hampir seluruh perusahaan produk konsumen di Indonesia.

Dalam investigasi dan riset mereka, Derdenger dan Kumardari (2012) berhasil memberikan gambaran yang menurut saya akan sangat membantu marketer dan marketing practices di Indonesia.

Temuan mereka dimulai dengan beberapa pertanyaan praktis. Pertama, apakah konsumen menghargai barang yang ditawarkan dengan di bundle dengan produk lainnya? Kedua, yang manakah yang lebih berharga untuk konsumen: produk yang dijual masing masing (tanpa dibundle) atau yang dibundle dengan berbagai macam pilihan produk lainnya

Hasil yang mereka temui adalah:

  1. Konsumen lebih bersedia membayar lebih untuk produk yang dijual persatuan (secara individu) daripada yang dibundle menjadi satu.
  2. Konsumen pada umumnya menilai produk yang dibundle terdiri dari satu (dari dua) produk rusak, produk inferior, produk kurang/tidak laku dan/atau tidak begitu berharga. Bagi konsumen pada level SES yang lebih rendah bundling dapat membantu mepercepat penjualaan karena merka menilai tambahan produk (walaupun kurang bernilai) tetap saja sebuah ‘bonus’.
  3.  ‘Mixed bundling’ jauh lebih efektif dari ‘pure bundling’. Bahkan riset ini memperlihatkan pure bundling secara konsisten mengurangi volume penjualaan sebanyak rata rata 20 %.

 

Full research bisa dilihat di :

The Dynamic Effects of Bundling as a Product StrategyPublished: February 22, 2012

Paper Released: December 2011

Authors: Timothy Derdenger and Vineet Kumar

Posted in Indonesian, Rudolf's Articles.