marketing360

TERAPKAN STRATEGI MARKETING 360°

planning 2

Formulasi strategi marketing, pemasaran, serta komunikasi yang tepat menjadikan Confidence unggul di ketegori adult care. Buktinya, target penjualan terus meningkat setiap tahun.

Saat ini, banyak orang dewasa yang berusia 50 tahun ke atas mengalami permasalahan kesehatan, salah satunya incontinence—yakni melemahnya kemampuan otot-otot dan syaraf untuk menahan buang air kecil (BAK). Tentunya, untuk beraktivitas dan menikmati hidup sepenuhnya.

Ditambah, pertumbuhan penduduk Indonesia semakin meningkat dan begitu juga penduduk usia dewasa yang bertumbuh sekitar hampir 4% setiap tahun. Usia diatas 40 tahun sendiri berkisar lebih kurang 40% dari total populasi Indonesia.

“Penduduk usia dewasa yang semakin bertambah serta ekspektasi usia produktif juga semakin panjang memberikan potensi pasar adult care. Untuk itu, kami pun ikut membidik pasar tersebut melalui brand Confidence,” papar Hadi Setyono, Marketing Manager PT Softex Indonesia.

PT Softex Indonesia masuk ke kategori adult care pada Juni 2010 melalui produk popok dewasa (adult diapers). Kemudian, pada Desember 2011 diluncurkan varian baru popok celana untuk dewasa (adult pants) dan perlak alas (bedsheets) pada Februari 2012 yang semuanya menggunakan brand Confidence.

Hadi menjelaskan, Confidence Adult Pants memungkinkan seseorang untuk tetap aktif melakukan kegiatan walaupun mengalami permasalahan inkontinensia. Dari sisi brand, diluncurkannya produk tersebut menandakan semakin kuat positioning Confidence sebagai ahli di bidang kebutuhan orang dewasa, serta melengkapi varian produk yang ada.

Dengan semakin lengkap lini produk Confidence, konsumen pun semakin mudah untuk memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisinya. Selain itu, dengan harga yang sangat kompetitif, Confidence tetap menawarkan kualitas tinggi dibanding kompetitor.

“Sebelum meluncurkan Confidence, kami melakukan focus group discussion (FGD) terhadap kelompok usia di atas 40 tahun yang mengalami masalah inkontinensia, baik kelompok wanita maupun pria. Pastinya, kami juga sudah melakukan tes terhadap produk yang diluncurkan guna mendapatkan insight dari konsumen,” papar Hadi.

Dia mengakui bahwa ada beberapa kendala ketika menyasar segmen produk adult pants. Salah satunya terkait kultural dan psikologi, konsumen masih merasa malu atau tabu untuk menerima kenyataan bahwa ada masalah inkontinensia. Walau secara kesehatan hal ini adalah kondisi normal. Untuk itu, Confidence terus melakukan edukadi dan menawarkan solusi untuk mengatasi masalah tersebut.

“Kami melakukan sponsorship terhadap pembalap senior Chandra Alim sebagai pembalap utama di Confidence Racing Team. Kami mensponsori acara tersebut untuk enam seri balap di ajang ‘One Make race Mercedes Benz C-Coupe Touring Championship 2012-2013’. Meskipun Chandra Alim berusia 55 tahun, dia masih tetap aktif di ajang balap dan masih berprestasi,” ungkap Hadi.

Tak hanya itu, untuk meningkatkan awareness konsumen terhadap Confidence, serangkaian kegiatan komunikasi pun digelar. Di lini above the line, TVC versi testimonial Chandra Alim pun kerap tampil, serta beberapa iklan di media lain seperti print ad, billboard, maupun built-in program. Guna memberikan kesempatan kepada konsumen untuk melihat lebih dekat dan berinteraksi dengan Confidence Racing Team serta mobil balapnya, Confidence pun melakukan in-store activation.

Hadi mengungkapkan, promosi yang dilakukan Confidence dapat dikaitkan dengan strategi marketing yang menggunakan marketing integration. Ini dimulai dari above the line, below the line, trade dan sales promo, brand activation, in-store activation, hingga digital campaign. Maka, tak heran jika target penjualan Confidence meningkat untuk tahun 2013 dibandingkan tahun sebelumnya. “Kami optimis untuk mencapai target market share sebagai leader di kategori adult care,” tegasnya.

Posted in Articles, Indonesian, Research.